Masih tentang kerasnya hidup, hidup yang cuma sementara banyak memberikan bayangan campuran rasa, bisa dikatakan nano nano. Dan untuk kesekian kalinya kehidupan cintaku begitu rumit untuk dikisahkan. Semua manusia ingin bahagia dengan dicintai orang yang kita cintai. Tetapi ketika kenyataan berbalik, semua seakan sakit untuk mengenang kekecawaan. Untuk kesekian kalinya pula, aku merasakan sakit tentang CINTA dan LELAKI. Begitu pelik kisah cintaku, sehingga membuatku enggan untuk mencintai kembali. 23 tahun adalah masa yang dimana aku sudah matang untuk memikirkan masa depan bersama lelaki pilihanku. Tetapi Tuhan berkata lain, hatiku kembali terkoyak dan dibalik seakan jodoh belum juga mendekat. Tak masalah jika aku harus sendiri, tapi yang diinginkan adalah masa lalu pahit bisa terhapuskan. Seakan ada tanya dalam hati, apakah lelaki selalu mendua ? Apakah lelaki selalu mempunyai tempat penyimpanan hati untuk wanita selain wanita pertamanya ? Pelajaran dalam kisah cintaku adalah aku terlalu menggantungkan tinggi harapan kepada seorang laki-laki yang belum tentu jodohku. Semoga akan ada tempat untukku, mendapatkan lelaki yang kuinginkan. Persiapan diri untuk mendapatkan yang terbaik. Bismillah....