Pernah berpikir hidup di ibukota adalah sesuatu yang menyenangkan. Melihat glamornya orang-orang ibukota seakan bisa membutakan mata sesaat. Hanya karena memanggap mereka memiliki segalanya, membuat hati semakin iri dan termotivasi. Tapi setelah mendalami dan melihat sendiri, tidak secantik yang dipikirkan dari awal. Bisa dibilang semua itu terlihat indah di luar tetapi jika dipandang terlalu dalam, akan menjadi sebuah pengakuan yang berbeda dari pelakunya.
Hidup di Jakarta memang tidak mudah, gaya hidup yang terkesan berlomba-lomba untuk menujukkan dan bersaing dengan yang lain, membuat setiap orang harus berpikir keras untuk memutar otak agar tidak kalah saing. Apapun Itu bisa menjadi halal.
Jika dilihat dari sudut pandang pelakunya, boleh dibilang sangat rumit. Sebagian dari mereka memang senang melakukan pekerjaan dengan gaya hidup yang selalu membuat silau. Tapi sebagian dari mereka pula yang “terpaksa” melakukannya. Ini bukan masalah halal atau haramnya suatu pekerjaan, tapi ini masalah KEBAHAGIAAN.
Memang benar kata orang-orang,” Kebahagian Hati” itu susah dicari. Mungkin benar orang-orang yang terlihat sukses bisa berbahagia dengan pencapaian mereka. Tapi ada juga yang merasa kehidupan mereka sangat membosankan, dan bahkan “kebahagiaan” mereka bisa dipertukarkan dengan Uang.
Membahas masalah uang tak akan ada habisnya. Orang-orang akan terus terlena dengan benda yang tak bernyawa itu. Apalagi untuk jaman serba canggih, apapun akan dilakukan demi mendapatkan uang yang bisa membahagiakan manusia di dunia.
Terkesan realistis jika melihat manusia bekerja hanya demi mendapatkan uang. Tapi jika dipikir lebih mendalam, apakah uang bisa membeli kebahagiaan seseorang ? Jawabannya tentu TIDAK.
Mereka bekerja setiap hari dari pagi hingga pagi lagi (mungkin), belum tentu bahagia dengan hidupnya. Bekerja untuk mengejar karir, rela meninggalkan keluarga, dan rela untuk melupakan kebahagiannya sendiri mungkin sudah menjadi rutinitas yang wajib dilakukan.
Seakan susah untuk mencari KESEIMBANGAN. Seimbang untuk bekerja mencari uang dengan seimbang mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Bahkan sempat terlintas dipikiran, apakah manusia semakin pintar akan semakin kehilangan kebahagian mereka ? Terkadang yang berkecukupan dari segi materi akan lebih bahagia daripada yang bergelimang materi tapi lupa dengan segalanya.
Kehidupan ini belum akan berakhir menjadi titik jika Tuhan belum menginjinkan. Bisa diibaratkan koma, setelah mati pun kita masih harus berjumpa dengan kehidupan selanjutnya yang belum bisa diprediksi.
Bahagia adalah satu kata yang mudah tapi susah dilakukan, khususnya untuk orang-orang yang slalu mengejar materi....