Terima kasih telah mengajarkanku untuk dewasa,
Terima kasih telah mengajarkanku untuk manyayangi,
Terima kasih telah mengajarkanku untuk membenci,
Walaupun aku tahu, setiap insan manusia tak disarankan untuk saling memendam perasaan benci.
Tapi ketika semua itu tak akan berlaku untuk kesakitanku karenamu, aku memutuskan untuk mengambil langkah mundur dengan cepat.
Aku tahu kehidupanmu sudah lah sangat indah.
Sudah mampu berdiri dengan prinsip hidup yang kau anut.
Mampu untuk menghadapi dunia dan mulai menggoda seisinya.
Amat menyeramkan bagiku untuk membenci mahkluk ciptaan-Nya.
Tapi ketika aku tahu, rasa sakit itu berhak mendapatkan tempat yang baik, maka cara itulah yang paling tepat.
Wahai Pangeran yang pernah menjadi mimpi indahku....
Kau memanng sangat berharga dulu, ketika aku tak bisa berdiri kembali untuk melupakanmu.
Bukan terlalu besar rasa sayang dan cinta ini, tapi begitu banyak harapan yang sudah ku gantungkan untukmu.
Aku tak pernah berharap kau kembali nantinya, karena aku sudah memutuskan untuk tak akan pernah menolehmu lagi.
Masa ini yang disebut masa paling menyakitkan untuk kesekian kalinya.
Tapi aku tak menyalahkanmu sepenuhnya, karena kau berhak untuk memilih pilihanmu.
Berbulan-bulan aku memikirkan cara untuk menyembuhkan luka.
Berbulan-bulan pula aku meminta untuk menghapus semua bayangan semu akan masa lalu.
Wahai Pangeran yang pernah ada di pohon harapanku....
Aku memang membencimu sekarang, berapa banyak sumpah serapah yang ku lantunkan untukmu.
Tak peduli seberapa banyak dendam yang ada di hati, aku juga ingin kau merasakannya.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai sadar banyak waktu terbuang hanya untuk memikirkan cara bagaimana untuk bangkit.
Tak usah kau berpikir senang hati bahwa kau masih kupikirkan.
Aku hanya ingin menghapus harapan manisku dulu ketika kau dan aku berusaha untuk mewujudkan, bahkan di depan keluargaku.
dan untuk saat ini, aku hanya ingin bangkit dan membuka hati kembali untuk pangeranku yang benar-benar ingin menjalani masa depan bersama.
Aku hanya ingin berpesan padamu, jika saat itu tiba, jangan pernah menoleh ke belakang walau hanya untuk menyapa dan mengintip masa lalumu bersamaku.
Aku tahu kau memiliki cara untuk bangkit yang lebih bijak dengan mencari penggantiku dengan cepat.
Dan aku ingin mengucapkan terima kasih, telah mengajarkanku cara untuk sangat membencimu, dan kali ini kau berhasil.........
dfp / 18jul